SMK 9 Padang Kembali Laksanakan UKK, Sertifikatnya Diakui ASEAN LSP-SMK9-PADANG
Padang, fajarsumbar.com Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Padang kembali melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Sebanyak 478 siswa ikuti ujian tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan mencari pekerjaan, sekaligus untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa selama belajar di sekolah.

Kegiatan itu diselenggarakan kerja sama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) I, SMKN 9 Padang dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Bangsa Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata.

Ujian itu dilaksanakan di dua tempat, SMKN 9 Padang dan sekolah jejaring SMKN 2 Bukittinggi. "Saya berharap kepada siswa yang mengikuti UKK ini agar serius, ini untuk mengukur pencapaian kompetensi selama belajar di sekolah," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, yang diwakili Kabid Pengembangan Destinasi dan Aktraksi Masyarakat, Doni Hendra saat membuka UKK tersebut di SMKN 9 Padang, Kamis (4/4).

Uji kompetensi itu diikuti 478 siswa (SMK 9 dan SMK 2 Bukittinggi) kelas XII, mereka nantinya bakal diuji oleh asesor yang cukup berpengalaman. Hal itu dilakukan agar siswa setelah tamat, berkompeten siap bersaing di dunia kerja.

Menurut Doni, uji kompetensi dimaksudkan agar siswa yang tamat siap bersaing di dunia kerja. Uji kompetensi itu sangat penting untuk mengetahui kemampuan siswa yang dibuktikan dengan sertifikat dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diakui di ASEAN. 

UKK bagian dari intervensi pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan SMK. Tujuannya untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu, sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di sekolah.

"Jadi lulusan siswa SMK wajib punya sertifikat UKK untuk memudahkan untuk mencari pekerjaan setelah tamat nanti. Kalau tidak, ibarat pengendara mobil yang tidak memiliki SIM," tambahnya.
Harapan Doni, setelah siswa berkompeten di bidangnya, output bisa menghasilkan siswa-siswi yang terampil, terutama dalam memajukan dunia pariwisata khususnya di Sumbar. 

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar yang diwakili  Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang SMK, Raymon. Menurutnya, UKK tersebut dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa dan dapat menjadi lulusan yang berkualitas dan berkompeten.

Sedangkan Kepala SMK 9 Padang, Ishakawi menyebutkan, UKK itu salah satu sertifikasi menjadi penjamin lulusan sekolah memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. "Sertifikat yang dikeluarkan lulus UKK berstandar nasional yang berlaku untuk tingkat ASEAN," tambahnya.

Diakui, indikantor keberhasilan sebuah SMK, salah satunya ditentukan dari seberapa besar tamatannya yang diterima di dunia usaha dan industri. "Jadi semakin banyak sekolah memperoleh sertifikat profesi maka semakin baik kualitasnya. Saya berharap kepada siswa yang mengikuti UKK ini bisa lulus semuanya," harap Ishakawi.

Materi yang bakal diuji, front office (FO), pengolahan makanan, patisari, pelayanan makanan atau service. UKK tersebut dilaksanakan di dua tempat di SMK 9 Padang, pada tanggal 4 - 9 April dan sekolah jejaring SMK 2 Bukittinggi pada  11 - 13 April. "Saya berharap kepada siswa tidak saja berkompeten nantinya, tapi juga lulus dengan hasil yang memuaskan," tambahnya. (ab)